Diet

DAUN JATI BELANDA KURANGI KEGEMUKAN

Kegemukan ( Obesitas ) hampir semua orang tidak menyukai. Dikatakan kegemukan kalau berat badan seseorang itu lebih dari 20 % dari berat badan idealnya. Berat badan ideal adalah Tinggi badan ( cm ) dikurangi 100, angka tersebut masih boleh ditambah atau dikurangi 10 %.

Obesitas antara lain terjadi manakala makanan atau kalori yang masuk tubuh, lebih besar dari yang dibutuhkan tubuh. Kelebihan kalori itu tidak sekedar menyebabkan kecantikan seseorang itu berkurang, bisa juga membawa dampak negatif, baik fisik maupun psikis.

Gangguan fisik yang sering timbul antara lain, gangguan metabolisme karbohidrat dan zat lainnya, yang menyebabkan peningkatan gula darah, asam urat dan beberapa fraksi lemak darah, yang pada gilirannya menjadi pemicu terjadinya gangguan pembuluh darah dan jantung.

Bagi wanita, kegemukan dirasakan sebagai gangguan estetika. Bila tubuh terlalu subur dan gembrot, keindahan lekuk tubuh akan pudar diserap tumpukan lemak. Untuk membentuk tubuh ideal dan enak dipandang, banyak cara yang dapat digunakan. Salah satu diantaranya, menggunakan ramuan tumbuhan yang diambil dari alam.

Menurunkan berat badan secara alami berarti memilih usaha merawat tubuh dengan aman dan menghindari efek samping yang tidak diinginkan. Cara mengatur jumlah kalori yang masuk ketubuh dan olah raga secara teratur. Bila cara ini kurang mampu mengendalikan bentuk tubuh yang diidamkan, usaha berikutnya merampingkan tubuh dengan ramuan dari tumbuh-tumbuhan.

Salah satu tumbuhan yang dapat digunakan ialah daun jati belanda ( guazuma ulmifolia ). Konon daun jati belanda pertama kali digunakan seorang putri Sekar Kedaton yang sulit mendapatkan jodoh karena tubuhnya gembrot, atas saran seorang tua sang putri dianjurkan untuk mengambil daun dari pohon yang tumbuh di Keraton Kulon ( sebelah Utara ). Daunnya lebar dan sedikit berbulu itu disuruh direbus dengan air dan diminum, akhirnya putri itu menjadi langsing.

Sebagai pelangsing, daun jati belanda mempunyai mekanisme kerja mengurangi jumlah lemak yang ada dalam tubuh, sehingga bobot badan menjadi berkurang. Hal ini disebabkan kandungan utama ( Tanin ) yang bersifat sebagai astringen yang diketahui dapat mengendapkan mukosa protein yang ada di dalam permukaan intestin ( usus halus ), sehingga akan mengurangi penyerapan makanan. Sementara itu, lendir atau musilago yang bersifat sebagai pelicin ( pelumas ) juga ikut berperan.

Di indonesia daun jati belanda ini digunakan sebagai pelangsing tubuh, tetapi di beberapa negara Amerika latin juga digunakan sebagai obat penyakit kuli, bronkitis, lepra, radang kulit, demam, asma, liver, mengatasi gangguan ginjal, membantu proses kelahiran, disentri, malaria, sifilis, juga digunakan untuk menyembuhkan nyeri pada uterus.

Cara pengolahan daun jati belanda sebagai ramuan pelangsing sebagai berikut.
1. Daun jati belanda dicuci sampai bersih.
2. Direbus dalam kuali tanah atau keramik, jangan menggunakan dari logam karena dikhawatirkan terjadi reaksi kimia yang membahayakan tubuh.
3. perebusan dilakukan di atas api kecil hingga mendidih sambil diaduk, hingga air rebusannya tinggal setengah.
4. Air rebusan disaring dan ampas yang tersisa dibuang
5. Minum pagi dan sore secara teratur.

Ramuan daun jati belanda juga bisa dicampur dengan bahan – bahan lain untuk menambah khasiatnya. Adapun ramuan tersebut ialah :

RAMUAN 1
Bahan
Daun jati belanda segar 7 lembar, rimpang bengle segar 1 ibu jari, daun kemuning 7 lembar, rimpang kunir 1 ibu jari, rimpang temulawak 1 ibu jari, dan air 2 gelas.
Cara Pembuatan
Rimpang bengle, kunir, dan temulawak dikupas, kemudian dicuci dan diiris tipis-tipis. Daun jati belanda dicuci dan diiris tipis-tipis. Kemudian dicampur dengan daun kemuning dan ketiga jenis rimpang yang telah diiris tipis-tipis. Semua bahan direbus dengan 2 gelas air sehingga mendidih. Rebusan dibiarkan dingin, lalu disaring. Air saringan dibiarkan beberapa saat hingga mengendap. Air yang diminum adalah air yang bening saja.
Aturan Pemakaian
Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore hari sesudah makan. Sekali minum ½ gelas.

RAMUAN 2
Bahan
Daun jati belanda kering 2 ½ gram, kayu rapet kering 2 ½ gram, kunci pepet kering 2 ½ gram, dan kunir kering 2 ½ gram.
Cara Pembuatan
Daun jati belanda, kayu rapet, kunci pepet, dan kunir kering direbus dengan 2 gelas air bersih hingga mendidih. Rebusan dibiarkan dingin, laludisaring. Air hasil saringan dibiarkan beberapa saat hingga mengendap dan diminum yang bening saja.
Aturan Pakai
Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore hari sesudah makan. Sekali minum ½ gelas.

RAMUAN 3
Bahan
Daun Srigading ¼ genggam, daun mengkudu 8 lembar, daun jati belanda 8 lembar, rimpang temugiring ½ jari, dan gula aren 3 jari
Cara Pembuatan
Semua bahan dicuci, dipotong potong, kemudian direbus dengan air bersih 4 gelas hingga menjadi 3 gelas. Selanjutnya disaring. Air hasil saringan dibiarkan beberapa saat hingga mengendap. Air yang diminum adalah air beningnya.
Aturan Pemakaian
Diminum 3 kali sehari sesudah makan. Sekali minum 1 gelas.

kembali